Coraline Jones
(diperankan oleh Dakota Fanning) adalah seorang anak tunggal dari
sepasang suami istri yang bekerja sebagai penulis lepas. Keluarga mereka
bisa dianggap sebagai keluarga yang kurang mampu, apalagi ketika
orangtuanya Mel Jones (diperankan oleh Teri Hatcher) dan Charlie Jones (diperankan
oleh John Hodgman) memutuskan untuk menjual rumah mereka dan pindah ke
sebuah apartemen tua berusia 150 tahun di daerah terpencil.
Coraline
membenci apartemen yang bernama Pink Palace Apartment itu.
Tetangga-tetangganya terlihat aneh dan menyeramkan. Dan dia hanya bisa
menemukan seekor kucing hitam kurus yang dekil bersama seorang anak
laki-laki aneh yang bernama Wybourn Lovet (diperankan oleh Robert Bailey
Jr). Coraline tidak menyukai Wybourne karena dia terlalu banyak bicara.
Tapi Wybourne berbaik hati memberinya sebuah boneka tua yang ternyata
sangat mirip dengan Coraline. Ia lalu meletakkan boneka kain mirip
dirinya itu di atas kursi di kamarnya.
Dia
juga memiliki seorang tetangga yang gemar bermain sulap bernama Mr.
Bobinsky (diperankan oleh Ian McShane), dan sepasang wanita tua yang
dulunya merupakan artis terkenal, Miriam (diperankan oleh Dawn French)
dan April (diperankan oleh Jennifer Saunders)
Hari-hari dilalui Coraline dengan sangat bosan. Dia merindukan
kawan-kawannya di kota besar. Dia juga membenci situasi dimana kedua
orangtuanya terlalu sibuk dengan tulisan mereka (mengejar deadline)
sehingga tak seorang pun yang perduli untuk meluangkan waktu bersamanya.
Dia selalu mencari cara untuk mengganggu orangtuanya, hingga mereka
marah. Akhirnya, ayahnya menugaskan Coraline untuk mendata isi apartemen
mereka dan melaporkannya kembali kepadanya. Sebenarnya itu hanyalah
taktik agar Coraline menjadi sibuk dan tidak mengganggu kesibukan mereka
lagi.
Berhubung cuaca sedang musim penghujan, dengan bersungut-sungut,
Coraline mengerjakan perintah ayahnya. Tanpa sengaja, ia menemukan
sebuah pintu berukuran kecil, yang hanya bisa dimasuki oleh anak kecil
sepertinya. Ibunya berhasil menemukan kunci untuk membuka pintu kecil
itu, tapi anehnya di balik pintu itu tidak ada apa-apa selain tembok.
Ibunya berkata bahwa kemungkinan tembok itu dipasang ketika mereka
membangun apartemen itu dulu, sehingga pintu itu tidak bisa digunakan.
Di
malam hari, Coraline melihat seekor tikus melintas di kamarnya. Dia
lari mengejar tikus itu dan menemukan kalau tikus itu ternyata
menyelinap ke dalam pintu kecil yang ditemukannya tadi pagi, karena
ternyata ibunya membiarkan pintu itu tetap terbuka dan menyimpan
kuncinya. Di balik pintu itu, Coraline menemukan kalau dinding batu itu
sudah hilang dan berganti dengan terowongan yang berwarna-warni. Dengan
penasaran, ia menelusuri terowongan itu dan menemukan sebuah rumah lain
di sisi yang satunya.
Rumah
itu persis seperti apartemen tua dan jelek mirip orang tuanya, hanya
saja lebih bagus. Dia menemukan seorang wanita muda yang cantik sedang
memasak di dapur. Sekilas wanita itu mirip ibunya, tapi bukan. Dia
mengaku sebagai Ibu Lain dari Coraline. Ibu yang lebih baik daripada ibu
sebelumnya. Dia memasak makanan yang lezat dan Ayah Lain memainkan
musik untuknya. Coraline sangat senang, apalagi ketika Ayah dan Ibu Lain
itu mengantarnya ke kamar tidur. Sayangnya, ketika dia terbangun, dia
tidak lagi berada di rumah bagus itu, tetapi kembali ke apartemen tua
milik orang tuanya dan bertemu dengan kedua orang tua yang tidak
memperdulikannya lagi.
Coraline akhirnya menyimpulkan kalau dia akan merasa lebih bahagia jika
bisa bersama dengan Ayah dan Ibu Lain di sisi lain pintu kecil itu
selamanya. Disana dia selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Ibunya
selalu memasak makanan yang enak, ayahnya selalu menemaninya bermain.
Tetangga-tetangganya yang aneh dan misterius berubah menjadi orang-orang
yang menyenangkan dan selalu menghibur. Hanya ada satu hal yang
membedakan mereka semua dari orang-orang aslinya, mata mereka terbuat
dari kancing. Termasuk juga Wybourne. Khusus untuk anak laki-laki ini,
di sisi lain, Wybourne tidak bisa bicara alias bisu, sehingga
benar-benar berbeda dengan Wybourne yang asli. Dengan semangat dia
berusaha kembali membuka pintu itu.
Tapi ternyata pintunya sudah dikunci oleh ibunya dan disimpan di tempat
yang sangat jauh, sementara orangtuanya pergi ke luar rumah untuk
menyelesaikan urusan buku mereka, Coraline ditinggal di rumah sendirian.
Coraline yang nakal berhasil menemukan tempat penyimpanan kunci itu dan
menelusup kembali ke sisi yang lainnya. Disana ia bertemu kembali
dengan Ayah dan Ibu Lainnya yang ternyata mengetahui keinginan Coraline
untuk bisa bersama dengan mereka selamanya.
Ibu Lain menyetujuinya dengan satu syarat, Coraline harus bersedia
mengganti mata aslinya dengan kancing, seperti yang mereka miliki. Ibu
Lain akan menjahit kancing di kedua bola mata Coraline dengan jarum dan
benang, baru ia diizinkan tinggal bersama mereka. Coraline ketakutan dan
menolak. Dia memutuskan untuk kembali saja ke orang tua aslinya dan
tidak mau matanya dijahit dengan kancing. Tapi dia tidak pernah berhasil
keluar dari dunia boneka kancing itu. Sikap nakalnya membuat si Ibu
Lain marah dan menunjukkan sosok aslinya yang mirip laba-laba rakasa
menyeramkan. Coraline lalu dikurung di dalam sebuah cermin untuk
merenungkan kesalahannya, sampai dia bersedia menerima jahitan di
matanya.
Di dalam cermin itu Coraline bertemu dengan tiga hantu anak-anak yang
mengaku sebagai korban dari si Ibu Lain yang ternyata bernama Beldam.
Mereka dulu bersedia menjadi anak si Beldam jahat dan menerima kancing
itu sebagai pengganti mata. Tapi ternyata, kemudian Beldam memangsa jiwa
mereka dan membuat mereka terikat dengan dunia itu. Meskipun mereka
sudah meninggal, jiwa mereka tetap terkurung di dalam rumah.
Satu-satunya cara adalah dengan menemukan kembali bola mata mereka yang
sudah dicuri oleh Beldam dan mereka meminta bantuan Coraline untuk itu.
Coraline berjanji akan berusaha menemukan bola mata mereka.
Wybourne bisu berhasil membebaskan Coraline dari dalam cermin dan
mengantarkannya ke pintu kecil itu untuk melarikan diri. Dia berhasil
kembali ke rumahnya, tapi orang tuanya menghilang diculik oleh Beldam.
Kucing hitam kurus yang selama ini dibencinya tiba-tiba bisa berbicara
kepadanya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Bahwa Beldam sebenarnya
adalah penyihir jahat yang menjebak anak-anak nakal yang tidak bahagia
dengan keluarga mereka.
Beldam akan menempatkan mata-matanya di kamar anak tersebut, yang
ternyata adalah boneka kain yang mirip dengan dirinya. Beldam bisa
melihat ketidak bahagiannya melalui mata kancing itu, lalu memenuhi
keinginan si anak di sisi lain dunianya. Itulah sebabnya Beldam tahu
kalau Coraline sangat tidak bahagia dengan orangtuanya, dan membujuknya
untuk tinggal dengannya di dunia boneka. Tapi itu semua jebakan, dimana
Coraline tidak berhasil dijebak. Ia memang bisa melarikan diri, tapi
Beldam berhasil mengurung kedua orang tuanya. Sehingga, mau tidak mau,
Coraline harus kembali kesana untuk menemukan orangtuanya kembali.
Miriam dan April memberikan benda sejenis cincin kepadanya untuk
membantu perjalanannya. Benda itu akan bisa menunjukkan wujud asli
sesuatu benda yang sudah disihir, sehingga matanya tidak akan tertipu.
Ketika dia kembali, Beldam memngunci pintu itu dan menelan anak
kuncinya, sehingga Coraline tidak akan pernah bisa kabur lagi. Sebab
anak kunci pintu itu hanya ada satu saja. Ia lalu membuat perjanjian
dengan Beldam. Ia harus bisa menemukan ketiga bola mata itu beserta
orangtuanya dalam waktu satu malam, maka Beldam akan membebaskan mereka
semua. Tapi kalau ia gagal, maka Coraline harus tinggal bersamanya di
dunia itu dan bersedia menggunakan mata kancing. Coraline bersedia.
Dalam
permainan itu, Coraline berhasil menemukan mata ketiga hantu yang
ditemuinya di dalam cermin. Tapi ia belum berhasil menemukan
orangtuanya. Si kucing hitam membantunya dan ia berhasil menjebak si
Beldam untuk membuka pintu kecil itu dan membawa lari bola kaca tempat
Beldam menyandera kedua orang tuanya. Dia lalu mengunci pintu itu dari
sisi lain dan menyimpan anak kuncinya. Tapi Beldam tetap bisa
memata-matainya melalui anak kunci itu. Akhirnya Coraline berhasil
membuang anak kunci itu ke sebuah sumur yang sangat dalam, dengan
bantuan Wybourne.
Coraline
menyadari, bahwa meskipun keluarganya tidak sempurna, tapi ia
menyayangi orang tuanya. Ia lalu mengadakan pesta kebun untuk orang tua
dan tetangga-tetangganya. Apartemen tua itu tidak terlihat suram lagi,
karena para penghuninya dan saling kenal dan akrab.(2009)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar